Pahami ADHD

Apabila anda mengetahui seorang anak didiagnosa menderita ADHD, pertama kali anda harus yakin bahwa memang dia menderita ADHD. Dibawah ini ada tabel yang dapat dipergunakan untuk meyakinkan anda. Lebih banyak kolom “Agak Sering” dan “Sangat Sering” diisi, lebih meyakinkan kita bahwa si anak memang menderita ADHD. Pilihlah pernyataan dibawah ini : Sama sekali tidak, Sedikit Agak Sering, Sangat Sering Selalu gelisah, terlalu aktif, tidak bisa duduk diamSuasana hati mudah berubah atau sering marah-marah Mudah bingung, gampang menangisPerhatian mudah teralih atau sering melamunSering mengganggu teman Tidak bisa mengingat dan mengikuti peraturanSering kehilangan barang yang diperlukan dalam melaksanakan tugas Mudah merasa gembira Sulit memusatkan perhatikan dalam jangka waktu yang lama Harap diperhatikan bahwa banyak orang yang bertingkah laku seperti ini, jadi penting sekali memperhatikan si anak sesering mungkin. Penting juga melihat tingkah laku mereka dalam situasi yang berbeda. Tabel ini dapat dipergunakan dalam mengobservasi si anak di rumah, di sekolah atau pada waktu waktu yang berlainan dalam sehari. Kondisi-kondisi Lain yang Mirip Dengan ADHD Pada saat mengdiagnosa anak dengan ADHD, kita perlu memperhatikan kondisi kondisi lain yang hampir sama dengan ADHD. Pastikan bahwa anak telah diperiksa kesehatannya oleh dokter sebelum kita mendiagnosa si anak.

– Alergi, asma, dan problem dengan pernapasan : Kesulitan bernapas dapat mengganggu konsentrasi si anak dan merupakan salah satu tanda ADHD

– Diabetes / Hypoglycemia : Kondisi ini berhubungan erat dengan kadar gula dalam darah, yang bisa menyebabkan perubahan perhatian dan aktivitas.

– Problem pada penglihatan dan pendengaran : Ketidak mampuan untuk melihat atau mendengar apa yang sedang terjadi di dalam kelas dapat menimbulkan persoalan dalam tingkah laku, misalnya

– hiperaktif.

– Anemia karena kekurangan zat besi : dapat menyebabkan problema pada perhatian dan impulsive.

– Keracunan timah : dapat menyebabkan hiperaktif

– Obat yang diminum : jika si anak sedang dalam pengobatan, perhatikan samping dari obat yang diminum

– Problem dengan susunan syaraf : Seseorang yang tiba tiba terserang epilepsi / ayan akan menatap sesuatu selama jangka waktu tertentu dan tidak dapat meningat apa yang terjadi.

– Problem kejiwaan lain : Kadang kadang gejala stress, perasaan bosan, depresi, atau perasaan kawatir akan mirip dengan gejala ADHD

– Problem belajar atau problem di sekolah : Jika si anak merasa terlalu dipaksa, frustrasi dengan ketidak mampuan dalam belajar, atau sedang mencari perhatian , ia akan bertingkah laku seperti penderita ADHD

– Problem dengan tiroid : Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang berdampak pada tidur, emosi dan aktivitas.

Perubahan hormonal seperti ini akan menghasilkan tingkah laku mirip ADHD.

Sumber: http://www.kesulitanbelajar.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: